Apa Kabar Hati?

 

Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh…

Apa kabar hati ?
*Masihkah ia seperti embun ?*
*merunduk tawadhuโ€™ di pucuk-pucuk daun..*

*Masihkah ia seperti batu karang ?*
*tetap berdiri tegar walau gelombang ujian datang menghadang..*

*Apa khabar iman ?*
*Masihkah ia seperti bintang ?*
*Terang benderang menerangi kehidupan..*

*Masihkah ia seperti mentari yang sanggup menyinari namun tak berharap dipuji..*

*Apa kabar Saudaraku ?*
*Di manapun saat ini berada semoga Allah senantiasa menjaga dan* *melindungi kita, hati kita,* *iman kita untuk hari ini dan selamanya.*

*Jika saat ini kita sedang tersenyum bahagia, semoga bukan kebahagiaan sesaat..*

*Jika sedang bersedih, semoga keadaan ini tak kan selamanya.*

*Jika sedang lelah dan sakit semoga rasa lelah dan sakit menjadi penggugur dosa..*

*Saudaraku & sahabatku.*
*Banyak hal di dunia ini yang tak sanggup kita fikirkan sendiri.*

*Tertawa tak kan seru jika dinikmati seorang diri.*

*Air mata kesedihan terlalu pedih jika kita pendam sendiri.*

*Untuk itu kita memerlukan teman untuk berkongsi.*

*Yang menguatkan kita di kala berduka dan mengingatkan kita di kala lupa.*

*Walau apapun keadaan diri kita saat ini…..semoga Allah menjadikan kita digolongkan dalam orang-orang yang berjiwa tenang, sehingga kelak akan datang kepada-Nya dengan wajah yang bercahaya kerana hati dan iman kita yang benderang..*

*Semoga hari-hari kita diwarnai kasih sayang-Nya sehingga setiap amal kebajikan kita dinilai sebagai ibadah untuk mengharap redha-ALLAH SWT*

ย  *Aamiin yaa Robbal’alamiin*
islam itu indah

Sharing isย  caring
๐ŸŒธ๐ŸŒบโœจ

Bersama Alloh adalah Segalanya

bersama-alloh
Renunganย  :
ุงูŽู„ู†ู‘ูู‡ู’ุฑู ู„ูŽู…ู’ ูŠูุบู’ุฑูู‚ู’ ู…ููˆู’ุณูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุถููŠู’ุนูŽุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠู’ ู‚ูู…ู‘ูŽุฉู ุถูŽุนู’ููู‡ู
Sungai Nil tidak menenggelamkan bayi Musa, padahal bayi itu sedang berada di titik terlemah dalam hidupnya…
ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ุฃูุบู’ุฑูู‚ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ููุฑู’ุนูŽูˆู†ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠู’ ู‚ูู…ู‘ูŽุฉู ุฌูŽุจูŽุฑููˆู’ุชูู‡ู
Sedangkan Fir’aun Sang Penguasa nan Zhalim ditenggelamkan, padahal ia sedang berada di puncak kekuasaannya..
ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู„ูŽู†ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ูŽู‡ู ุถูŽุนู’ููู‡ู
Barangsiapa bersama Allah ๏ทป, maka kelemahan dirinya tidak akan pernah membahayakannya…
ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู„ูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ููŽุนูŽู‡ู ู‚ููˆู‘ูŽุชูู‡ู
Sementara mereka yang tidak bersama Allah ๏ทป, maka segala kekuasaan dan kekuatannya takkan berguna baginya…
ูƒูู†ู’ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุจูŽุงู„ููŠ
Maka teruslah bersama Allah ๏ทป Tak peduli bagaimanapun keadaanmu..

Give and Give

giving

 

*GIVE AND GIVE*

 

Pada jaman Tiongkok Kuno, ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing galak.

 

Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar domba-domba petani.

 

Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tapi ia tidak mau peduli.

 

Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba, sehingga terluka parah.

 

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.

 

Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dan berkata;

 

“Saya bisa saja menghukum pemburu itu, memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya, tapi Anda akan kehilangan seorang sahabat dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, sahabat atau musuh yang jadi tetanggamu?โ€

 

Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang Sahabat.

 

“Baik, saya akan menawari anda sebuah solusi yang mana anda harus menjaga domba-domba anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga anda tetap sebagai temanโ€.

 

Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

 

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim.

 

Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada 3 anak tetangganya itu, yang mana mereka menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.

 

Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya.Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah mengganggu domba-domba pak tani.

 

Sebagai rasa terima kasih atas kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.

Sebagai balasannya, petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya.

 

Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi Sahabat yang baik.

 

_Jika Anda berkumpul dengan serigala, Anda akan belajar melolong.

 

Tapi jika Anda bergaul dengan Rajawali, Anda akan belajar cara terbang mencapai ketinggian yang luar biasa.

 

Kenyataan yang sederhana tetapi benar, bahwa Anda menjadi seperti orang yang bergaul dekat dengan Anda._

 

Persahabatan tidak ada sangkut pautnya dengan harta, jabatan dan popularitas.

 

_Persahabatan yang di dapat dari uang, pangkat dan ketenaran bukan persahabatan sejati, melainkan hanya pergaulan dangkal yang penuh kepalsuan, yang egois, materialis, munafik dan penuh kebohongan._

 

*Persahabatan sejati lahir dari kasih, ketulusan, kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan kebersamaan.*

 

Itu sebabnya persahabatan itu indah, tidak dapat di nilai dengan harta benda, tidak dapat di perjual-belikan.

 

Sebuah ungkapan :

 

*โ€œCARA TERBAIK UNTUK MENGALAHKAN DAN MEMPENGARUHI ORANG ADALAH DENGAN KEBAJIKAN”*

 

*”GIVE AND GIVE, NOT TAKE AND GIVE”*

 

Andai Alloh tidak Menutup Aib Kita

ย renungan

 

Andai Alloh tidak menutup aib dan dosa-dosa kita

Mungkin kita tidak akan berani menatap dan berbicara kepada orang lain karena sangat malunya diri kita.

 

Andai Alloh tidak menutup aib dan dosa-dosa kita

Mungkin kita tidak akan sanggup keluar rumah dan menampakkan wajah kita

 

Andai Alloh tidak menutup aib dan dosa-dosa kita

Mungkin kita tidak akan berani menasehati orang lain apalagi sampai menghakimi orang lain atas lain atas kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan,

 

Andai ย kita sadar bahwa Alloh telah menutup Aib dan dosa-dosa kita

Mungkin kita akan lebih banyak diam ketimbang berbicara,

Lebih banyak beristighfar ketimbang membicarakan orang lain

Lebih banyak bersujud ketimbang merasa bangga atas amal kita

Lebih banyak bertafakur dan menangis ketimbang mendebat orang lain dan menyakiti hatinya.

 

Tapi Alloh dengan semua AsmaNya yang Agung dan Mulia memberi sifat LUPA kepada manusia di mana itu juga baik bagi sebagian hidup kita.

 

DibuatNya kita lupa akan masalah yang berat agar kita bisa bangkit menatap hari esok

DibuatNya kita lupa akan kesalahan orang lain sehingga kita mampu memaafkan

DibuatNya kita lupa akan aib kita sendiri agar kita tetap bisa berinteraksi sebagai manusia karena ada Alloh yang Maha Pengampun (Al Ghofur) dan Maha Penyayang (Ar Rohiim) yang PengampunanNya jauh lebih luas dari seberapapun besarnya dosa kita.

 

Dengan AsmaNya yang indah Maha Pemelihara (Al Muqsit), mudah-mudahan kita dipelihara dari rasa ujub/sombong yang menggelincirkan syetan dari syurgaNya, yang membuat amal-amal kita habis terkikis karena berani mengganti sifat yang hanya dan harus menjadi milikNya yakni (Al Mutakabbir) yang Maha Pemilik Kebesaran.

 

DibuatNya kita tetap INGAT akan sebagian dari dosa-dosa kita agar lisan kita yang kotor ini tetap mampu mengucap lafadz istighfar (memohon ampun) dan kemudian selama dosa itu hanya terkait kepadaNya, seketika diampuniNya.

 

Ya Alloh pelihara diri kami dari kedzoliman diri kami sendiri dan orang lain, jagalah kami dalam keadaan khusnul khotimah saat kematian kami karena betapa butuhnya kami akan perlindungan terbaik yang hanya datang dariMU wahai Sang pemilik semua Kerajaaan dan Kekuasaan (Malikal Mulk)….Ya (Dzul Jalaali wal Ikroom) Zat yang memiliki Keluhuran dan Kemurahan.

 

Aamiin ya Robbal โ€˜Aalamiin.

Jakarta, Juli 2016

Al Faqir

 

Epri Tsaqib

Indahnya Akhlak Nabi Muhammad S.A.W.

rasulullah

Kita semua selalu tidak akan bosan mendengar kisah keteladanan Rosululloh Nabi Muhammad S.A.W. maka tak ada salahnya kita baca lagi kisah-kisah ini ::

 

Kalau pakaian beliau terkoyak atau robek, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menambal dan menjahitnyanya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
Setiap kali beliau pulang ke rumah, bila dilihat tidak ada makanan yang sudah masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur.
Sayyidatina โ€˜Aisyah rodliyallahu ‘anhaa menceritakan: โ€Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.
Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sholat.
Pernah Rasulullah pulang pada waktu pagi. Tentulah beliau amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apa pun yang ada untuk di buat sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayyidatina โ€˜Aisyah rodliyallahu ‘anhaa belum ke pasar. Maka beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bertanya, โ€œBelum ada sarapan ya Khumaira?โ€ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina โ€˜Aisyah yang berarti โ€˜Wahai yang kemerah-merahan)
Aisyah rodliyallahu ‘anhaa menjawab dengan merasa agak serba salah, โ€œBelum ada apa-apa Yaa Rasulallah.โ€
Rasulullah lantas berkata, โ€Kalau begitu saya puasa saja hari ini.โ€ tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya.
Pernah Rasulullah bersabda, โ€œsebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.โ€
Subhaanallaah….Prihatin, sabar dan tawadhuknya Rasulullah sebagai kepala keluarga.
Pada suatu ketika Rasulullah menjadi imam sholat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi kemerutuk seolah-olah sendi-sendi pada tubuh beliau yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sahabat Umar yang tidak tahan melihat keadaan beliau itu langsung bertanya setelah selesai sholat :
โ€œYaa Rasulallah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah anda sakit yaa Rasulallah?โ€
โ€œTidak, ya Umar. Alhamdulillah, saya sehat dan segarโ€ jawab beliau.
โ€œYaa Rasulallahโ€ฆ mengapa setiap kali baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda?
Kami yakin anda sedang sakitโ€ฆโ€ desak Umar penuh cemas.
Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.
โ€œYaa Rasulallah! Adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat baginda?โ€
Lalu beliau menjawab dengan lembut dan senyum, โ€Tidak para sahabatku. saya tahu, apa pun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila saya sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?โ€ โ€œBiarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.โ€
Subhanallaah…betapa cintanya beliau kepada umatnya…..sedang cinta kita kepada beliau??? apakah kita sering ingat pada beliau??? apakah kita sering membaca sholawat untuk beliau??? apakah akhlak Rasulullah yang begitu lembut, santun, pemaaf, ikhlas dan tawadlu’ serta selalu menyentuh hati telah kita teladani???
Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.
Hanya diam dan bersabar saat kain surbannya diambil dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.
Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.
Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH TA’ALA dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang tinggi menjadikan beliau seorang yang tawadlu’ yang tidak ingin dimuliakan.
Anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam kesendirian.
Ketika pintu Surga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.
Bila ditanya oleh Sayyidatina โ€˜Aisyah rodliyallahu ‘anhaa, โ€œYaa Rasulallah, bukankah anda telah dijamin Surga? Mengapa anda masih bersusah payah begini?โ€
Jawab baginda dengan lunak, โ€œYaa โ€˜Aisyah, bukankah saya ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya saya ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.โ€

*Ketika Nabi Sulaiman โ€˜alaihis salam berdoa dan memohon meminta diberi kerajaan:

ุฑูŽุจูู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู‡ูŽุจู’ ู„ููŠ ู…ูู„ู’ูƒู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ู„ูุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ูŽู‘ุงุจู

โ€œYa Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi.โ€ (QS. Shad: 38)

 

Maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย  memilih hidup sederhana sebagai hamba ketika ditawarkan kerajaan, hal ini agar menjadi contoh bagi semesta alam bahwa beliau tidak punya urusan yang banyak di dunia.

 

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ูŠูุญูŽุฏูู‘ุซูุŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู: ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽุฒูŽู‘ ุฌูŽู„ูŽู‘ ูŠูุฎูŽูŠูู‘ุฑููƒูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ู†ูŽุจููŠู‹ู‘ุง ุนูŽุจู’ุฏู‹ุงุŒ ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุจููŠู‹ู‘ุง ู…ูŽู„ููƒู‹ุงุŒ ููŽุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูŽ ูƒูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุดููŠุฑูุŒ ููŽุฃูŽูˆู’ู…ูŽุฃูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูˆูŽุงุถูŽุนู’ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ยซุจูŽู„ู’ ู†ูŽุจููŠู‹ู‘ุง ุนูŽุจู’ุฏู‹ุงยป

โ€œIbnu Abbas radhiallahu โ€˜anhuma menceritakan bahwa Allah pernah mengutus salah satu malaikat ย bersama malaikat ย Jibril โ€˜alaihissalam kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. kemudian malaikatย  tersebut berkata, โ€œSesungguhnya Allah โ€˜Azza wa jalla memberikan pilihan bagimu (Muhammad), apakah engkau mau menjadi sebagai seorang hamba dan Nabi, ataukah engkau mau menjadi sebagai seorang nabi dan raja?โ€. Lantas Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menoleh kepada Jibril seolah-olah meminta pendapat beliau, maka Jibril memberi isyarat kepada Nabi agar beliau ย tawadhu. Kemudian rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata, โ€œAku ingin menjadi sebagai seorang nabi dan hambaโ€. (Muโ€™jam Kabir litthabrani no.10686, tahqiq Hamdi bin Abdul majid As-Salafi, Muโ€™jam Al-Aushoth no. 6937 dan Az-Zuhdi Al-Kabir lilbaihaqi no. 447)

Rasulullah benar-benar sosok hamba yang sangat bersyukur kepada-Nya, beliau mensyukuri semua anugerah yang beliau terima dengan ibadah yang sungguh-sungguh….Subhaanallaah…..
Renungan untuk kita, bagaimana ibadah kita, sudahkah sungguh-sungguh sebagaimana Rasulullah??? atau masih jauh dari rasa sungguh-sungguh??? ataukah masih merasa berat atau merasa terbebani dengan ibadah-ibadah yang Allah wajibkan pada kita??? jawabannya ada di hati kita masing-masing….bila kita mau berfikir memang nikmat Allah pada kita banyak sehingga tidak mungkin kita menghitungnya, tapi sayang banyak manusia yang tidak mau memikirkan dan merenungkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, terutama nikmat IMAN dan ISLAM.
Allah telah berfirman dalam QS. Al-Qolam ayat 4 yang terjemahnya “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak (berbudi pekerti) yang agung”

Kenapa Do’a Kita Tidak Dikabulkan?

hati-mati

Syaikh Muhammad Shaleh al-Munajjid hafizhullah berkata :

Salah seorang pakar penyakit hati pernah ditanya, โ€œMengapa doโ€™a kami tidak dikabulkan?โ€
Dia menjawab, โ€œKarena hati kalian telah mati.โ€
โ€œApa yang membuatnya mati?โ€ tanya mereka.
Dia menjawab, โ€œAda sepuluh hal, yaitu

(1) Kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya;

(2) Kalian membaca kitab-Nya, namun tidak mengamalkan;

(3) Kalian mengaku cinta rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, namun meninggalkan tuntunannya;

(4) Kalian mengaku sebagai musuh syaithan, namun tindakan kalian selaras dengannya;

(5) Kalian mengatakan cinta surga, tapi tidak beramal untuk mengejarnya;

(6) Kalian berkata takut neraka, namun jiwa kalian digadaikan untuknya;

(7) Kalian mengatakan kematian sesuatu yang niscaya, tapi kalian tidak mempersiapkan diri untuknya;

(8) Kalian sibuk mengurus aib saudara kalian, tapi cuek dengan aib diri sendiri;

(9) Kalian memakan nikmat dari Allah tapi tidak menunaikan haknya; dan

(10) Kalian mengubur jenazah saudara kalian, tapi tidak mampu mengambil ibrah dari hal itu.

Nasehat Kematian Umar Bin Abdul Aziz

ย kematian 1

 

Nasehat Kematian Umar Bin Abdul Aziz

Suatu ketika,Umar bin Abdul Aziz r.a mengiringi
jenazah. Ketika semuanya telah bubar, Umar dan beberapa sahabatnya tidak beranjak dari
kubur jenazah tadi. Beberapa sahabatnya bertanya, โ€œwahai
Amirul Mukminin, ini adalah jenazah yang engkau menjadi walinya. Engkau menungguinya
disini lalu akan meninggalkannyaโ€œ.

Umar berkata, โ€œYa. Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian
kuberitahu apa yang ia katakan kepadaku? โ€œ.
Mereka menjawab, โ€œ Tentu โ€.

Umar berkata, โ€œKuburan ini
memanggilku dan berkata,
โ€˜Wahai Umar bin Abdul Aziz,maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini? โ€˜,
โ€œTentu โ€œ, jawabku.

Kuburan itu berkata, โ€œAku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah
kau kau kuberitahu apa yangxkuperbuat dengan anggotacbadannya? โ€œ.

โ€œ Tentuโ€œ, jawabku.
โ€œ Aku cabut (satu per satu dari)telapak ke tangannya, lalu dari tangannya ke lengan dan dari lengan menuju pundak. Lalu
kucabut pula lutut dari pahanya.Dan paha dari lututnya. Ku cabut pula lutut itu dari betis.Dan dari betis menuju telapak
kakinya โ€œ.

Lalu Umar bin Abdul Aziz menangis dan berkata,
Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan didalamnya adalah kehinaan. Pemudanya akan
menjadi renta, dan yang hidup didalamnya akan mati. Celakalah yang tertipu olehnya.
Janganlah kau tertipu oleh dunia.
Orang yang tertipu adalah yangctertipu oleh dunia. Dimanakahcpenduduk yang membangun suatu
kota, membelah sungai-sungainya dan menghiasinya dengan
pepohonan, lalu tinggal di
dalamnya dalam jangka waktu sangat pendek. Mereka tertipu,menggunakan kesehatan yang dimiliki untuk berbuat maksiat.

Demi Allah, di dunia mereka dicengkeram oleh hartanya, tak boleh begini dan begitu, dan banyak orang yang dengki
kepadanya. Apa yang diperbuat oleh tanah dan kerikil kuburan”terhadap tubuhnya? Apa pula yang
diperbuat binatang-binatang tanah
terhadap tulang dan anggota tubuhnya?

Dulu, di dunia mereka berada di tengah-tengah keluarga yang mengelilinginya. Diatas kasur yang empuk dan pembantu yang setia.
Keluarga yang memuliakan dan
kekasih yang menyertainya. Tetapi ketika semuanya berlalu dan maut datang memanggil, lihatlah betapa
dekat kuburan dengan tempat tinggalnya.

Tanyakan kepada orang
kaya, apa yang tersisa dari
kekayaannya?
Tanyakan pula kepada orang fakir, apa yang
tersisa dari kefakirannya?
Tanyalah mereka tentang lisan,yang sebelumnya mereka gunakan berbicara. Juga tentang mata yang
mereka gunakan melihat hal-hal yang menyenangkan.
Tanyakan tentang kulit yang lembut dan wajah yang menawan serta tubuh
yang indah, apa yang dilakukan cacing tanah terhadap itu semua?

Warnanya pudar,dagingnya dikunyah-kunyah, wajahnya terlumuri tanah.
Hilanglah keindahannya.
Tulang meremuk,
badan membusuk dan dagingnya pun tercabik-cabik.

Dimanakah para punggawa dan budak-budak?
Dimana kawan,dimana simpanan harta benda?

Demi Allah, mereka tidak
membekali si mayit dengan kasur,bahkan tongkat untuk bertopang
sekalipun. Dahulu dirumah mereka
merasakan kenikmatan. Kini ia tenggelam dibawah benaman tanah.
Bukankah kini mereka tinggal ditempat yang lusuh dan menjijikan? Bukankah sama saja
bagi mereka; siang dan malam?
Bukankah sekarang mereka
tenggelam dalam pekatnya
kegelapan?
Tak ada lagi kesempatan
untuk bertemu dengan orang-orang
tercinta.
Berapa banyak orang yang dulunya mulia, kini wajahnya hancur. anggota badannya tercerai berai.
Mulut mereka belepotan dengan darah dan nanah. Binatang-binatang tanah mengerubuti jasad mereka, sehingga satu per satu
anggota tubuh terlepas. Hingga akhirnya tak tersisa, kecuali hanya sebagian kecil saja.
Mereka telah meninggalkan istananya. Berpindah dari tempat lapang ke lubang yang
sempit.
Sesudah itu, istri-istri mereka dinikahi orang lain. Anak- anaknya pun berkeliaran dijalan.
Harta bendanya dibagi-bagi oleh ahli warisnya.

Diantara mereka, ada pula yang’dilapangkan kuburnya. Diberi
kenikmatan dan bersenang-senang
dengannya didalam kubur.
Tetapi ada pula yang di adzab dalam sempitnya lubang kubur. Menyesali
apa yang telah mereka kerjakan.

Umar lalu menangis dan berkata,
โ€œ Wahai yang menjadi penghuni kubur esok hari, bagaimana dunia bisa menipumu? Dimana
kafanmu? Dimana minyak
(wewangian untuk orang mati) mu dan dimana dupamu? Bagaimana nanti ketika kamu
telah berada dalam pelukan bumi. Celakalah aku, dari bagian tubuh yang mana pertama kali
cacing tanah itu melumatku?
Celakalah aku, dalam keadaan bagaimana aku kelak bertemu dengan malaikat maut, saat
ruhku meninggalkan dunia?
Keputusan apakah yang akan diturunkan oleh Rabbku? โ€œ.

Ia menangis dan terus menangis,lalu pergi . Tak lebih dari satu pekan setelah itu, ia meninggal.

Semoga Beliau dirahmati Allah.